CV. BMI untuk Jadwal Pelatihan USG Anc & Abdomen 2019



untuk Dokter Umum & Bidan


Pelatihan USG ANC-ABDOMEN JANUARI-FEBRUARI 2019

Tag: 

pelatihan usg surabaya, pelatihan usg anc surabaya, pelatihan usg abdomen surabaya, pelatihan usg surabaya terbaru, pelatihan usg bidan surabaya, pelatihan usg dokter umum surabaya, pelatihan usg surabaya 2017, jadwal pelatihan usg surabaya, jadwal pelatihan usg surabya 2017, jadwal pelatihan usg surabaya terbaru, pelatihan kebidanan terbaru, pelatihan usg jogjakarta, pelatihan usg yogyakarta, pelatihan usg Abdomen jogjakarta, pelatihan usg abdomen yogyakarta, pelatihan usg anc jogjakarta, pelatihan anc yogyakarta, pelatihan usg bidan jogjakarta, pelatihan usg dokter umum jogjakarta, pelatihan kebidanan jogjakarta, pelatihan kebidanan yogyakarta, pelatihan dokter jogjakarta, pelatihan usg 2019, jadwal pelatihan usg 2019, pelatihan usg anc 2019, pelatihan usg abdomen 2019, pelatihan usg untuk dokter umum 2019, pelatihan usg untuk bidan 2019, pelatihan usg dasar 2019, pelatihan usg obstetri 2019, pelatihan usg bandung 2019, pelatihan usg solo 2019, pelatihan usg yogyakarta 2019, pelatihan usg jogjakarta 2019, pelatihan usg kebidanan 2019, kursus usg 2019

Campak



                                                      

      Campak adalah penyakit menular (mudah menyebar) yang disebabkan oleh virus. Campak menyebar melalui kontak dengan tetesan dari hidung, mulut, atau tenggorokan dari orang yang terinfeksi. Bersin dan batuk dapat terkontaminasi ke udara.
Jika satu orang memiliki campak, 90% dari orang-orang kemungkinan akan terkena campak, kecuali mereka yang telah di beri vaksin.
      Orang-orang yang telah di beri vaksin campak akan terhindar dari penyakit. Namun, orang-orang yang tidak divaksinasi sebelum melakukan perjalanan ke negara-negara lain di mana campak telah membawa penyakit dan akan datang kembali ke negara tersebut. Hal ini telah menyebabkan wabah campak pada orang-orang yang tidak divaksinasi.
      Beberapa orang tua tidak membiarkan anak-anak mereka mendapatkan vaksinasi. Hal ini karena para orang tua ketakutan bahwa vaksin MMR, yang melindungi terhadap campak, gondok, dan rubella, dapat menyebabkan autisme. Orang tua pun harus tahu bahwa hasil penelitian tidak menemukan adanya hubungan antara vaksin dengan autisme.ulasan tentang organisasi kesehatan utama di Amerika Serikat, Inggris, dan di tempat lain semua menemukan NO LINK antara vaksin MMR dengan autisme.Studi yang pertama kali dilaporkan tentang risiko autisme dari vaksin ini telah terbukti palsu.

Gejala

Gejala biasanya muncul 8 sampai 12 hari setelah terkena virus, Ini disebut masa inkubasi.

Gejala campak meliputi:

   - Mata merah
   - Batuk
   - Demam
   - Sensitivitas cahaya (fotofobia)
   - Nyeri otot
   - Kemerahan dan iritasi mata (konjungtivitis)
   - Ingusan
   - Sakit tenggorokan
   - Bintik-bintik putih kecil di dalam mulut (bintik Koplik)
   - Gatal-gatal

Pengobatan

Tidak ada pengobatan khusus untuk campak. Berikut ini dapat meringankan gejala campak:

   - Acetaminophen (Tylenol)
   - Istirahat
   - Udara lembab
Beberapa orang mungkin perlu suplemen vitamin A, yang dapat mengurangi risiko kematian dan komplikasi pada orang yang tidak mendapatkan cukup vitamin A.

Outlook (Prognosis)

Komplikasi infeksi campak dapat meliputi:

   - Bronkitis
   - Radang otak
   - Infeksi telinga (otitis media)
   - Pneumonia

Pencegahan

      Mendapatkan vaksinasi adalah cara yang sangat efektif untuk mencegah penyakit campak. Orang yang tidak diimunisasi, atau yang belum menerima imunisasi lengkap beresiko tinggi terjangkit penyakit campak. Mengambil serum globulin imun dalam waktu 6 hari setelah terkena virus dapat mengurangi risiko terjangkitnya campak atau membuat penyakit campak tidak parah.