CV BMI Pelatihan USG ANC Juli 2019 Dokter Bidan, 082240758084


 PELATIHAN USG ANC - ABDOMEN
untuk Dokter Umum & Bidan



Pelatihan Ultrasonografi - Juli 2019

pelatihan usg pelatihan usg pelatihan usg


www.pelatihanusgdokterumum.com
www.pelatihanusguntukbidan.com
www.pelatihanusguntukdokterumum.com

Kursus USG ANC (Antenatal Care)
Pelatihan Anc yang diprioritaskan untuk Bidan dan Dokter, yang meliputi:

Dua modul USG dasar:
1. USG Dasar kehamilan dini (8-12 minggu)
2. Penilaian USG dasar ukuran janin, cairan dan plasenta

Dan tiga modul USG menengah:
1. USG antara anatomi janin normal
2. USG menengah di ginekologi
3. USG antara komplikasi kehamilan awal
Dan setiap modul meliputi komponen teoritis dan praktis.

Kursus USG Abdomen
Pelatihan Abdomen yang di khususkan untuk Dokter, yang meliputi:

1. Liver (hati)
2. Aorta dan vena abdomen
3. Apendiks (usus buntu)
4. Prostat
5. Bladder (kandung kemih)
6. Spleen (limpa)
7. Genitalia interna perempuan (rahim dan kedua indung telur)
8. Pancreas
9. Kedua ginjal
10. Kandung empedu (gall bladder)

Adapun dalam Pelatihan USG ini kami membuka kelas privat dengan quota terbatas untuk 5 peserta, yang tujuannya agar peserta lebih fokus dalam mengikuti Pelatihan USG ini.

Dan bagi peserta yang ingin mengikuti Pelatihan ANC dan Abdomen sekaligus, CV. BMI adalah solusinya, Anda dapat mengikuti program Pelatihan Ultrasonography kami sesuai dengan jadwal yang tertera.

Bagi yang berminat mengikuti, dapat langsung menghubungi kami - CV. BMI.



Tag:

Malposisi & Malpresentasi



Malposisi merupakan posisi abnormal yerteks kepala janin (dengan oksiput sebagai titik acuan) terhadap panggul ibu sedangkan Malpresentasi merupakan presentasi janin selain verteks.

MASALAH

  • Janin dalam posisi atau presentasi abnormal dapat menyebabkan persalinan memanjang atau persalinan macet.

PENATALAKSANAAN UMUM

1. Lakukan evaluasi kondisi umum ibu dengan cepat, termasuk tanda-tanda vital (denyut nadi, tekanan darah, pemapasan, suhu tubuh).

2. Kaji kondisi janin

a). Dengarkan  denyut jantung janin  segera setelah kontraksi.
b). Hitung denyut jantung janin selama satu menit penuh minimal sekali setiap 30 menit selama fase aktif dan setiap lima menit selama kala dua.
c). Jika terdapat  abnormalitas denyut jantung janin  (kurang dan 100 atau lebih dan 180 kali per menit), curigai terjadinya gawat janin.
d). Jika  ketuban pecah,  catat wama cairan amnion yang keluar.
e). Adanya mekonium yang kental menunjukkan perlunya pemantauan ketatdan kemungkinan intervensi penatalaksanaan gawat janin.
f). Tidak adanya cairan yang keluar setelah ketuban pecah merupakan indikasi berkurangnya volume cairan amnion yang mungkin berhubungan dengan gawat janin.

    3. Berikan penguatan dan perawatan pendukung.
    4. Tinjau kembali kemajuan persalinan dengan menggunakan partograf.




    Catatan:  Observasi ibu secara ketat. Malpresentasi meningkatkan risiko ruptur
    uterus karena berpotensi menyebabkan persalinan macet.