CV. BMI untuk Jadwal Pelatihan USG Anc & Abdomen 2019



untuk Dokter Umum & Bidan


Pelatihan USG ANC-ABDOMEN JANUARI-FEBRUARI 2019

Tag: 

pelatihan usg surabaya, pelatihan usg anc surabaya, pelatihan usg abdomen surabaya, pelatihan usg surabaya terbaru, pelatihan usg bidan surabaya, pelatihan usg dokter umum surabaya, pelatihan usg surabaya 2017, jadwal pelatihan usg surabaya, jadwal pelatihan usg surabya 2017, jadwal pelatihan usg surabaya terbaru, pelatihan kebidanan terbaru, pelatihan usg jogjakarta, pelatihan usg yogyakarta, pelatihan usg Abdomen jogjakarta, pelatihan usg abdomen yogyakarta, pelatihan usg anc jogjakarta, pelatihan anc yogyakarta, pelatihan usg bidan jogjakarta, pelatihan usg dokter umum jogjakarta, pelatihan kebidanan jogjakarta, pelatihan kebidanan yogyakarta, pelatihan dokter jogjakarta, pelatihan usg 2019, jadwal pelatihan usg 2019, pelatihan usg anc 2019, pelatihan usg abdomen 2019, pelatihan usg untuk dokter umum 2019, pelatihan usg untuk bidan 2019, pelatihan usg dasar 2019, pelatihan usg obstetri 2019, pelatihan usg bandung 2019, pelatihan usg solo 2019, pelatihan usg yogyakarta 2019, pelatihan usg jogjakarta 2019, pelatihan usg kebidanan 2019, kursus usg 2019

BIOMETRI JANIN PENGKAJIAN PERTUMBUHAN MELALUI USG


Biometri Janin Pengkajian Pertumbuhan Melalui USG


Seperti yang telah diketahui, ultrasonografi dapat membuat praktisi mewaspadai jika ada sesuatu ang salah, yakni melalui observasi bayi in utero. Biometri janin mengacu pada pengukuran bayi secara ultrasonografi.

Diameter biparietal

Pengukuran diameter biparietal (DBP) dilakukan dengan melihat suatu gambaran kepala janin dalam potongan melintang dan mengukur jarak antara tonjolan biparietal (diameter terlebar pada tengkorak janin). Pengukuran ini bermanfaat dalam trimester kedua kehamilan untuk mengkaji usia gestasi.

Lingkar kepala janin

Lingkar kepala janin Pengukuran lingkar kepala (LK) janin terbukti bermanfaat dalam trimester kedua akhir dan trimester ketiga kehamilan. LK adalah jarak maksimum disekeliling tengkorak pada tingkat diameter biparietal (DBP) dan diperoleh dengan pertama-tama mengukur DBP dan kemudian memasukkan jangka lengkung ketiga untuk melacak suatu garis di sekitar tengkorak janin. Gambar tersebut dibekukan dan ukuran dicatat.

Lingkar abdomen   

Lingkar abdomen (LA) adalah pengukuran yang lebih dipilih untuk mengkaji pertumbuhan janin pada akhir trimester kedua dan ketiga kehamilan. Pengukuran ini pada dasarnya adalah pengukuran garis pinggang bayi inutero. Lingkar abdomen adalah lingkar abdomen yang terlebar pada tingkat percabangan vena porta dan perut. Pengukuran ini, sekali lagi, dilakukan dengan menggunakan jangka lengkung elektronik dan tombol kerangka yang beku.

Panjang femur (PF)

Panjang femur dapat diukur sejak awal, yakni sejak usia gestasi 12 minggu. Dibandingkan dengan DBP, pengukuran ini lebih akurat untuk mengetahui usia gestasi pada trimester ketiga. PF adalah dari trokanter mayor sampai ke condule femoral lateral dan jangka lengkung elektronik ditempatkan di bagian-bagian ini sehingga pengukuran dapat dilakukan. Ekstremitas lain pada janin dapat diukur dengan cara ini (tibia, fibula, radius, dan humerus). Di beberapa tempat, praktisi menggunakan pengukuran ekstremitas ini untuk menyingkirkan displasia skeletal. Contoh kondisi umum tersebut adalah osteogenesis imperfekta dan akondroplasia (dwarfisme).

Janin "Kecil yang Tidak Sesuai Dengan Usia Kehamilan"

Apabila janin dianggap “kecil dan tidak sesuai dengan usia kehamilan” maka pengkajian ukuran janin dengan teknik ultrasonografi harus dilakukan. Untuk menginterpretasi data ultrasonografi secara akurat, usia gestasi janin sangat penting untuk diketahui secara akurat. Usia kehamilan yang salah dapat menyebabkan janin yang pertumbuhannya .normal dilabel mengalami retardasi pertumbuhan. Biometri janin meliputi lingkar kepala janin atau diameter biparietal dan lingkar abdomen. Karena bentuk kepala janin bervariasi maka lingkar kepala lebih dipilih daripada diameter biparietal.

Ukuran yang diperoleh diproyeksikan pada grafik pertumbuhan standar. Dua kategori “retardasi pertumbuhan” yang luas dikenali. Retardasi pertumbuhan dikatakan simetris jika lingkar kepala dan lingkar abdomen berkurang. Penyebab pola ini antara lain insufisiensi plasenta, usia kehamilan yang salah, janin normal yang kecil, abnormalitas kromosom, dan bahkan infeksi in-utero. Perbedaan ras dalam ukuran janin dan perbedaan akibat ukuran maternal dihitung dengan menggunakan suatu grafik pertum­buhan janin yang “distandardisasi”. Grafik ini merupakan grafik pertumbuhan individual yang dihasilkan dengan menggunakan komputer yang mempertimbangkan faktor-faktor seperti tinggi ibu, ras dan paritas, tetapi grafik tersebut tidak meluas.

Pola pertumbuhan lain yang dikenali ialah jika lingkar kepala janin berada dalam batas normal, tetapi lingkar abdomen menurun. Pola pertumbuhan yang tidak simetris ini.dianggap merupakan retardasi pertumbuhan yang lebih khas. Kurangnya pertumbuhan lingkar abdomen diduga mencerminkan penggunaan cadangan glikogen hati janin ketika plasenta gagal memenuhi tuntutan janin. Kepala janin terus tumbuh akibat efek yang disebut “brainsparing". Dalam efek brain-sparing ini, janin mempertahankan sirkulasi suplai darah ke otak yang sedang berkembang lebih besar daripada suplai darah ke organ-organ dalam (organ visera).

Kedua pola tersebut harus membuat dokter mewaspadai adanya masalah potensial, walaupun pengukuran yang statis seringkali kurang bernilai. Kecepatan pertumbuhan janin mungkin merupakan indikator yang lebih baik mengenai pola pertumbuhan janin. Kecepatan pertumbuhan ini harus dikaji dalam periode dua minggu. Pengkajian pertumbuhan dalam jangka waktu satu minggu tidak dapat dipercaya karena peningkatan ukuran janin selama periode waktu ini tidak cukup untuk dideteksi secara akurat dengan menggunakan teknik ultrasonografi.

Selain biometri janin, pengkajian dapat dilakukan dengan menggunakan volume cairan amnion, yang mencerminkan fungsi ginjal janin. Apabila janin sehat, produksi urine janin normal dan dengan demikian, volume cairan amnion juga normal. Apabila pertumbuhan janin terhambat, pengurangan suplai darah ke organ-organ visera menyebabkan aliran darah ginjal menurun, sehingga produksi urine juga menurun. Dengan demikian, jumlah cairan amnion juga dapat menurun. Pengkajian dapat dilakukan dengan memperhatikan kedalamam akumulasi cairan amnion yang maksimum atau dengan
menggunakan jumlah total kedalaman akumulasi cairan amnion yang “bebas tali pusat” dari keempat kuadran uterus, yaitu indeks cairan amnion.




Sumber : Buku Kebidanan





Artikel Terkait:

pelatihan usg, seminar usg, kursus usg, jadwal pelatihan usg, pelatihan usg abdomen, anc, antenatal care